Pelarut eutektik dalam alami sebagai pelarut hijau baru untuk mengekstraksi antrakuinon dari: Rheum palmatum L.
Bagaimana jika mengekstrak senyawa obat berharga tidak memerlukan bahan kimia beracun? Para ilmuwan beralih ke campuran cairan ramah lingkungan untuk mengungkap rahasia tanaman rhubarb.
Metode ekstraksi tradisional sering kali mengandalkan pelarut beracun, yang menjadi hambatan besar bagi kimia hijau. Untuk mengatasi hal ini, para peneliti menerapkan pelarut eutektik dalam alami yang dikombinasikan dengan ultrasonik untuk mengekstrak total antrakuinon dari *Rheum palmatum L.*, yang dikenal sebagai kelembak. Melalui analisis komponen utama, campuran spesifik yang terdiri dari asam laktat, glukosa, dan air (LGH) terbukti sangat efisien.
Penyetelan proses menggunakan eksperimen faktor tunggal dan metodologi permukaan respons menghasilkan kondisi optimal: rasio molar asam laktat dan glukosa 5:1 dengan 10% air, diproses pada suhu 82 °C selama 1,5 jam dengan rasio pelarut terhadap padatan 26 mL g⁻¹. Di bawah kondisi optimal ini, ekstraksi berhasil menghasilkan jumlah aloe-emodin, rhein, emodin, krisofanol, fiskiyon, dan total antrakuinon yang mengesankan.
Sebagai langkah lanjutan, tim menggunakan resin makropori DM130 untuk memperkaya dan memisahkan lima antrakuinon ini langsung dari larutan LGH. Kromatografi cair kinerja tinggi mengonfirmasi tingkat kemurnian berkisar dari sekitar 79% hingga lebih dari 96% untuk senyawa yang dipulihkan. Pada akhirnya, pendekatan ini menyoroti potensi besar pelarut alami yang hijau untuk mengisolasi komponen aktif dari tanaman obat.
Poin Kunci
- Campuran asam laktat, glukosa, dan air (LGH) digunakan
- Ekstraksi optimal menghasilkan berbagai antrakuinon spesifik
- Resin makropori berhasil mencapai kemurnian dan pemulihan tinggi
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.