Pelarut eutektik dalam alami (NADES) sebagai media baru yang potensial untuk teknologi hijau
Bagaimana jika rahasia kimia yang lebih hijau selama ini tersembunyi di dalam tanaman? Para peneliti telah menemukan kelas campuran cair berbasis tanaman yang menarik yang dapat segera menggantikan pelarut organik keras.
Kimia modern sangat membutuhkan alternatif ramah lingkungan untuk pelarut tradisional yang beracun. Meskipun cairan ionik dan pelarut eutektik standar muncul sebagai kandidat, mereka terbentur oleh hambatan besar: toksisitas terhadap manusia dan lingkungan, biaya tinggi, dan kenyataan frustrasi bahwa sebagian besar tetap berwujud padat pada suhu kamar.
Masukkan solusi sederhana yang mengejutkan yang ditemukan langsung di alam. Ketika metabolit primer yang melimpah pada tanaman dicampur dalam rasio yang tepat, mereka secara spontan mencair menjadi cairan pada suhu kamar. Menguji hipotesis ini pada berbagai produk alami, para ilmuwan berhasil menemukan lebih dari 100 pelarut eutektik dalam alami, atau NADES. Spektroskopi resonansi magnetik nuklir mengonfirmasi bahwa ikatan hidrogen yang kuat menyatukan campuran unik ini.
Selain penemuan mereka, para peneliti memetakan sifat fisik mereka—termasuk aktivitas air, massa jenis, viskositas, polaritas, dan sifat termal—serta mengamati bagaimana air memengaruhi sifat-sifat tersebut. Ujian terakhirnya? Melarutkan biomolekul yang membandel. Ketika diterapkan pada senyawa bioaktif yang tidak larut dalam air, gluten, pati, dan DNA, NADES baru ini secara dramatis mengungguli air biasa dalam hal kelarutan. Cairan yang berasal dari tanaman ini siap untuk membentuk kembali pemrosesan kimia hijau.
Poin Kunci
- Lebih dari 100 pelarut eutektik dalam alami ditemukan dari tanaman
- Resonansi magnetik nuklir membuktikan ikatan hidrogen penting dalam NADES
- NADES jauh mengungguli air dalam melarutkan biomolekul kompleks
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.